Teknik Edit Foto Agar Terlihat Seperti Hasil Jepretan Kamera Profesional

Menghasilkan sebuah foto yang bagus adalah keinginan setiap orang. Namun tahukah anda apa itu foto yang bagus sebenarnya? Foto yang bagus adalah foto yang memiliki tingkat ketajaman yang tinggi pada objek utama. Efek blur hanya boleh ada pada gambar lain di sekitar objek utama sesuai dengan proporsinya. Selain itu foto yang bagus berarti semaksimal mungkin tidak memiliki noise. Sehingga tidak mengganggu objek yang ingin disampaikan dari foto tersebut.

Proporsi objek yang difoto berdasarkan posisinya dengan frame, warna yang dimiliki, pencahayaan yang masuk, dan berbagai macam lainnya juga harus menggambarkan kealamian dari foto tersebut. Namun sebuah momen seperti saat bermain taruhan bola http://agenbola108.net bisa saja terlewatkan dalam pengambilan gambar. Sehingga terkadang kita mendapatkan hasil foto yang kurang memuaskan padahal kejadian dalam foto tersebut tidak dapat diulang kembali. Maka dari itu disini kita harus bisa mengakali sebuah foto yang kurang bagus, menjadi lebih menarik.

Proses mengedit foto untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, sudah bukan merupakan hal yang tabu dalam perbincangan para fotografer. Namun tentunya keahlian dalam mengedit foto harus diikuti dengan imajinasi yang tinggi sehingga hasil edit foto tersebut tidak terkesan memaksa. Kegagalan posisi objek dalam foto juga bukan merupakan bagian yang bisa diubah menggunakan proses editing foto. Berikut ini adalah teknik-teknik mengedit foto yang baik, untuk memaksimalkan hasil jepretan foto.

Mengatur ketajaman foto
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, foto yang baik adalah foto yang memiliki objek dengan gambar tajam. Artinya di dalam foto tersebut tidak terdapat blur pada objek utama yang berlebihan. Namun jika ternyata ada, kita dapat mengatasinya dengan melakukan editing dengan mempertajam foto tersebut untuk mengurangi blur yang ada. Proses editing ini biasanya menggunakan tools bernama sharpen. Dalam proses ini anda dapat melakukannya lebih dari dua kali sesuai dengan kebutuhan foto tersebut. Tentu saja proses ini tidak boleh terlalu banyak dilakukan karena dapat membuat realitas dari foto menjadi berkurang.

Menghilangkan noise
Noise merupakan bentuk gangguan yang terdapat pada foto, biasanya ditunjukkan dengan bintik-bintik hitam atau putih secara menyeluruh dan cukup mengganggu. Untuk mengatasi noise ini anda dapat menggunakan noise reducer yang banyak tersedia di software editing foto. Sama halnya dengan sharpen, noise reducer dapat digunakan lebih dari satu kali dalam satu foto.

Mengatur contrast dan brightness
Anda dapat mengatur contrast dan brightness pada foto untuk memperbaiki dan meningkatkan warna foto dari segi pencahayaan agar menjadi lebih baik. Dalam proses ini imajinasi dan feeling Anda sangat dituntut untuk mendapatkan hasil yang paling sempurna. Karena jika dilakukan dengan asal-asalan, akan menyebabkan warna foto menjadi kurang jelas, atau bahkan menjadi berlebihan.

Mengatur hue dan saturation
hue dan saturation memiliki fungsi yang mirip dengan contrast dan brightness, yaitu untuk mempertajam warna yang dimiliki sebuah foto. Namun untuk tools yang ini, proses pengeditan dilakukan untuk memperjelas warna berdasarkan ketajamannya. Artinya tidak menyentuh tingkat gelap dan terang dari foto tersebut. Penggunaan fitur yang satu ini juga harus menggunakan kemampuan imajinasi untuk menghasilkan foto yang baik.

Berbagai macam software editing foto sudah banyak tersedia di internet seperti halnya agen judi online http://citibetqq.com Anda hanya perlu mengunduh dan menginstal pada pc atau hp anda. Salah satu software aplikasi yang banyak digunakan oleh para editor foto adalah adobe photoshop. Demikian informasi ini dibuat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply